×

Gempa Susulan Guncang Tarakan, Polri Turun Tangan Bantu Warga

Tarakan-Kepolisian Republik Indonesia melalui jajaran Polda Kalimantan Utara dan Polres Tarakan bergerak cepat memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat pasca gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 4,4 yang mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (8/11) pukul 16.56 WITA.

Menurut Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, episentrum gempa berada sekitar 9 kilometer arah tenggara Kota Tarakan dengan kedalaman 10 kilometer, dan tidak berpotensi tsunami.

“Kami tegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun waspada dan tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hilmi dalam keterangan resminya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat bahwa hingga kini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti waktu terjadinya gempa, sehingga penting bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi.


Sebagai langkah cepat, Dansat Brimob Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., menurunkan dua tim tanggap bencana berjumlah 20 personel dan menyiagakan satu Satuan Setingkat Pleton (1 SST) di Mako Brimob Tarakan.

Dua posko darurat juga telah didirikan di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan Kelurahan Mamburungan, kawasan perbukitan yang memiliki kontur tanah labil dan berpotensi longsor.

“Begitu gempa terjadi, tim tanggap bencana Sat Brimob langsung mengevakuasi pasien dari RSUKT ke posko darurat serta melaksanakan patroli di wilayah Mamburungan untuk memastikan keselamatan warga,” jelas Kombes Pol. Sarly Sollu.

Selain evakuasi, tim medis Brimob Polda Kaltara yang berjumlah lima personel turut memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak yang mengalami kelelahan atau trauma.

“Kami memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan. Tim medis turun langsung memeriksa kondisi masyarakat di posko tanggap bencana,” tambah Sarly.


Di sisi lain, Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan dan berbagai instansi terkait untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kota serta instansi lainnya untuk menyelamatkan dan menjaga masyarakat dari dampak gempa. Personel Polri membantu evakuasi pasien, mendirikan tenda darurat, serta melakukan patroli dan pendataan warga terdampak,” ujar AKBP Erwin.

Polres Tarakan juga meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan guna mencegah penjarahan dan potensi gangguan kamtibmas akibat kepanikan warga. Fokus pengamanan dilakukan di area pasar, permukiman padat penduduk, serta fasilitas umum terdampak.


Hasil pendataan sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa (nihil) akibat gempa susulan tersebut. Namun, beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan.

Polri mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik, selalu mengikuti arahan dari pemerintah, dan melapor jika menemukan potensi bahaya atau kerusakan bangunan pascagempa.

“Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja maksimal untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat mendapat pertolongan secepatnya,” tegas AKBP Erwin.


Respons cepat jajaran Polda Kaltara dan Polres Tarakan menjadi bentuk nyata komitmen Polri Presisi dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat di setiap situasi, termasuk saat bencana alam.

“Transformasi menuju Polri yang tanggap, humanis, dan responsif terhadap bencana,” demikian pernyataan resmi Polri.

Post Comment