×

Brimob Kaltara Bergerak Cepat Dirikan Tenda Darurat untuk Pasien RSUD Jusuf SK Pasca Gempa 4,8 SR

Tarakan, Kalimantan Utara — Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 yang mengguncang Kota Tarakan, Rabu (5/11) sore, memicu langkah tanggap darurat cepat dari Tim Search and Rescue (SAR) Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara. Personel Brimob segera diterjunkan untuk mendirikan tenda darurat di halaman RSUD Jusuf SK, guna memastikan pelayanan kesehatan bagi warga tetap berjalan aman dan lancar.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 17.37 WIB tersebut dirasakan cukup kuat selama beberapa detik oleh warga di sejumlah wilayah Kota Tarakan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 3,33 Lintang Utara dan 117,82 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Episentrumnya berjarak sekitar 24 kilometer tenggara Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

Akibat guncangan tersebut, sejumlah pasien dan tenaga medis di RSUD Jusuf SK sempat dievakuasi keluar bangunan sebagai langkah antisipasi. Tim SAR Brimob Polda Kaltara kemudian menurunkan perlengkapan tenda lapangan untuk digunakan sebagai pos evakuasi dan ruang perawatan sementara bagi pasien serta masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis cepat.

“Begitu mendapat laporan adanya gempa, kami langsung menggerakkan personel untuk mendukung upaya tanggap darurat. Fokus utama kami adalah keselamatan masyarakat dan memastikan layanan medis di RSUD Jusuf SK tetap berjalan,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara dalam keterangannya.

Pendirian tenda darurat ini menjadi bagian dari respons cepat Brimob dalam membantu pemerintah daerah dan instansi kesehatan menangani dampak gempa. Selain mendirikan tenda, personel Brimob juga membantu melakukan sterilisasi area rumah sakit, memastikan jalur evakuasi aman, serta menyiagakan tim di sekitar fasilitas vital.

Hingga Kamis pagi, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan berat akibat gempa tersebut. Namun, tim gabungan dari BPBD, Brimob, dan instansi terkait lainnya masih terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan keamanan dan kesiapsiagaan apabila terjadi gempa susulan.

“Kolaborasi dan kecepatan adalah kunci. Kami akan terus bersiaga membantu warga hingga situasi benar-benar dinyatakan aman,” tambah Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara.

Sementara itu, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Post Comment